Beratnya masa-masa awal mendesain

Bahasan kali ini jelas tidak bisa dielakkan dari kehidupan desainer kita. Karena saya mengalami, entah Anda sama dengan saya atau tidak. Yang tidak semua orang ketahui adalah setiap profesi atau bidang pekerjaan memiliki masa-masa sulit. Jika setiap orang sudah memahami fakta ini, seberat apapun tekanan sebuah profesi akan dilalui dengan lancar. Namun akan menjadi keluhan bagi mereka yang ekspektasi pekerjaannya terlalu mengawang-awang dan inginnya cepat dapat penghasilan.

Namun saya yakin Anda tidak seperti itu, buktinya Anda mau membaca pemaparan saya pada artikel ini dengan tenang dan fokus. Itu adalah sebuah fakta dan bukti bahwa Anda sedang mendewasakan diri dan mental pejuang sebagai seorang desainer grafis.

Maka dari itu lanjutkan membaca.

Kenapa bisa berat

Yang jarang dipahami oleh generasi milenial dan Y seperti kita adalah ada 2 titik terberat dari sebuah profesi yang tidak boleh diabaikan adalah pada saat di awal karir, dan di puncak karir.

Awal karir adalah masa-masa sulit bagi sebagian orang, di sini lah mental dibentuk, niat dipancangkan dan keyakinan dipertahankan. Meskipun kemampuan teknis tidak memadai tapi perlahan itu bisa ditutupi dengan kursus atau belajar. Jika seseorang tidak memiliki alasan kuat dalam mendesain, maka karirnya tidaka akan pernah mulai menanjak. Berputar atau bahkan diam di tempat. Tentu hal ini adalah sebuah kerugian, dimana hobi hanya menjadi lahan konsumtif tanpa feedback.

Dan juga ketika seorang desainer tengah mencapai puncak kejayaannya, maka ujian kedua pun akan segera menghampirinya. Jika pada tahap awal pilihan seorang pemula hanya akan berkutat pada maju atau tinggalkan, maka pada fase ini mereka akan dihadapi dengan pilihan yang juga sulit. Yaitu menjadi angkuh atau rendah hati. Karena banyak oknum yang merasa sudah memiliki pengalaman dan penghasilan tinggi malah membutakan kebenaran yang sebenarnya. Bahwa apa yang dia capai bukanlah semata-mata usahanya seorang diri.

Meniti langkah yang tepat

Antara masa depan dan masa lalu, keduanya bisa diubah dengan catatan sebuah kesadaran dan keyakinan akan perubahan tersebut. Misal jika Anda ingin dikenang, diingat sebagai seorang desainer yang ramah dan santun, maka Anda bisa lakukan banyak hal yang ramah dan santun seriap waktunya  (masa lalu).

Dan masa depan misalnya seperti ini, Anda menginginkan penghasilan bekerja untuk dipakai beribadah dan orang tua. Maka pilihan paling tepat untuk Anda adalah dengan berusaha keras, meningkatkan penghasilan, dan pelayanan desain Anda. Dengan begitu berapapun Angka yang Anda targetkan, akan sangat mungkin terwujud nantinya.

Dengan menyadari bahwa semua profesi itu berproses, maka Anda akan lebih realistis dalam menghadapi segala macam ujian. Dan Anda tidak akan mudah merasa kecewa apa bila mendapatkan kesulitan.

Pentingnya mentor

Di era yang serba canggih dan modern ini, dimana informasi mudah didapat. Yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah informasi yang mana yang akan kita jadikan acuan. Semua desainer punya gaya dan ciri khasnya. Namun tidak semua bisa Anda mintai tolong sebagai pemberi nasehat. Dan tidak pula memiliki kesamaan yang pas dengan diri Anda. itulah mengapa perlu selektif dalam mencari informasi.

Tetapkan pada salah seorang yang memang memiliki kapasitas sebagai mentor. Jikalau memang belajar darinya membutuhkan biaya, maka sisihkan penghasilan untuk belajar. Karena bisa jadi sang mentor pun dahulunya belajar mendesain tidak hanya berkorban waktu, keluarga dan bisa jadi juga biaya pendidikan. Maka sudah sepantasnya kita menghargai beliau.

Dan perlu diingat, biaya pendidikan bukan lah pengeluaran, namun investasi masa depan. Karena ilmu tersebut lah yang nantinya akan mengembalikan biaya yang Anda investasikan di masa lalu.

Semoga bermanfaat.

Reza Pahlevi

Check Also

Jangan pakai jasa desainer grafis sebelum punya ini

Dalam berbisnis atau melakukan aktivitas yang berhubungan dengan desain, perlu Anda pahami beberapa hal, terlebih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *