Bisnis Konveksi

bisnis konveksi

Salah satu kebutuhan pokok manusia ialah sandang sehingga bisnis di bidang ini wajib ada agar roda life style terus berjalan. Bisnis konveksi semakin banyak digandrungi semenjak hadirnya penjualan sistem online atau biasa dikenal dengan online shop (olshop). Jika dahulu usaha konveksi pelakunya condong ke orang berumur, kini justru para anak muda ikut terjun.

Tak sedikit usaha konveksi yang pemiliknya masih berumur belia dan para pegawainya juga tergolong masih di umur produktif. Hal ini menunjukkan bahwa bidang bisnis kategori konveksi mulai diminati oleh para generasi muda terutama mereka yang memiliki ide kreatif. Tips memulai bisnis konveksi tergolong mudah karena bisnis ini masuk ke bidang jasa yang tidak memerlukan banyak modal.

5 Tips memulai bisnis konveksi

Modal yang dibutuhkan cukup mesin jahit dan alat perlengkapannya seperti benang, jarum beserta hal berkaitan yang lain. Simaklah tips di bawah ini sebelum memulai bisnis berbau konveksi:

  1. Punya keterampilan jahit

Tips yang utama yaitu usahakan Anda memiliki keterampilan yang berkaitan dengan usaha konveksi seperti menjahit atau menyablon. Suatu bisnis yang dibuka tentunya tak langsung jadi bisnis yang besar, pastinya melalui tahap bisnis kecil kecilan terlebih dahulu. Bila keterampilan sudah Anda kantongi, bisnis bisa dimulai dengan jasa Anda sendiri tanpa merekrut pegawai.

 

  1. Pakai lahan yang dipunya

Banyak orang yang enggan memulai bisnis karena tak punya lahan yang cukup, akan tetapi tidak untuk bisnis sebuah konveksi. Anda hanya membutuhkan lahan untuk meletakkan mesin jahit dan itu bisa ditaruh di rumah bagian yang kosong. Sehingga, Anda tak perlu memiliki rumah industri khusus bagi bisnis jenis konveksi yang baru dirilis karena modalnya haruslah besar.

 

  1. Survei

Tips memulai bisnis untuk konveksi yang ketiga yaitu lakukan survei tentang dimana lokasi pembelian bahan yang murah dan harga standar pasaran. Anda harus melaksanakan ini agar nantinya harga jual tidak melambung tinggi sehingga bisnis Anda sepi peminat. Selain itu, lakukan pula survei lokasi strategis mana yang cocok dijadikan tempat promosi bisnis.

Next

 

  1. Siapkan mental

Membuka suatu bisnis tentunya memicu Anda untuk selalu berinteraksi dengan orang baru yang belum dikenal karakter dan sifatnya. Ditambah lagi dengan semboyan yang kerap dipakai bahwa pembeli adalah raja, pastinya banyak konflik yang akan dihadapi. Pelanggan mungkin saja melakukan protes atas hasil kerja konveksi Anda, untuk itu mental baja harus diberlakukan.

 

  1. Gencar lakukan promosi

Sebagai pebisnis, melakukan promosi menjadi suatu hal yang wajib dan tak boleh punya rasa malu saat menjalankannya. Apalagi kini media sosial seperti instagram dan website serta blog bisa membantu kegiatan promosi yang dilakukan. Bila punya dana lebih, Anda juga dapat titip iklan atau dikenal dengan paid promote ke akun yang menawarkan.

Tips memulai bisnis konveksi pada nomor 1 sesungguhnya hanya untuk memudahkan Anda dalam menjalankan bisnis konveksi. Walau tak memiliki keterampilan jahit menjahit, Anda tetap dapat membuka usaha konveksi melalui kerja sama dengan teman yang berpotensi. Bila punya modal yang lebih, Anda juga dapat merekrut karyawan di awal bisnis yang Anda rintis tersebut.

Jadi jangan pernah takut untuk memulai bisnis apapun, seperti bisnis konveksi ini. karena bisnis apapun, gak cuma bisnis konveksi, punya peluang sukses di masa depan.

Contoh Penjualan Menarik Bisnis Konveksi

  1. Korsa atau PDH atau PDL
  2. Jas praktikum
  3. Kaos custom
  4. Almamater
  5. Kaos tumblr yang kekinian
  6. Baju polo
  7. Seragam suatu organisasi
  8. Baju olahraga
  9. Batik sarimbitan
  10. Kerudung atau jilbab rawis dan motif.

Dalam memulai bisnis konveksi, sama seperti bisnis lain pada umumnya. Perlu beberapa wawasan, dan yang paling penting adalah action yang nyata. Karena tanpa sebuah tindakan yang nyata, bisnis tidak bisa benar-benar dijalankan.

Check Also

Jenis Bahan Kain

Gaya berbusana tiap tahun terus berubah mulai dari pakaian biasa hingga pakaian yang dianggap berani, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *