Dilema passion dan orangtua

dilema passion dan orangtua

Saya akan sedikit mengulang tentang tema ini dengan beberapa penambahan yang lebih lengkap. Sebelumnya saya sudah pernah membagikan tulisan dengan tema sejenis di grup facebook Sharing Desainer dan Microstocker Indonesia.

Banyak sekali desainer pemula yang hendak terjun ke dalam desain grafis, namun harus berbenturan dengan keinginan orang tua. Dan hal tersebut kadang sampai berlarut-larut dan menjadi hal yang tidak baik.

Keinginan orang tua

Sebenarnya apa sih yang menjadi keinginan orang tua? Hal ini lah yang sebaiknya kita bongkar dan selidiki terlebih dahulu. Dengan mengetahui apa yang diinginkan orang tua, kita bisa lebih memahami apa yang menjadi kendala terbesar yang menghalangi passion kita.

Sederhananya orang tua menginginkan anaknya mendapatkan masa depan yang lebih baik. Dan tentu saja salah satunya juga dalam hal pekerjaan. Maka dari itu banyak orang tua yang menginginkan anaknya memiliki pekerjaan yang tetap, dan mampu menjamin kehidupan sampai bertahun-tahun.

Kita sendiri harus memahami benar, bahwa generasi orang tua kita merupakan generasi yang mana pada saat mereka muda itu mencari pekerjaan adalah hal yang cukup berat. Sehingga membuat mereka takut jika kita sampai mengulangi kesalahan yang sama. Dan berbeda dengan generasi kita yang jamannya sudah sangat maju. Dimana duduk di rumah pun bisa menghasilkan uang (tetap bekerja ya maksudnya).

Jadi pada dasarnya pengalaman masa muda orang tua lah yang menjadi faktor terbesar ketakutan mereka untuk melepaskan anaknya begitu saja. Dan tugas kita sebagai anak yang telah melihat potensi masa depan lewat teknologi adalah memberikan penjelasan dengan sebaik-baiknya.

Yang sebaiknya kita lakukan

Saran yang sering sekali saya dengar adalah maju atau tinggalkan. Solusi ini benar namun masih belum bisa menjelaskan bagaimana menyelesaikan masalah ini dengan lebih baik. Maka dibutuhkan runutan yang jelas, langkah apa saja yang sebaiknya dilakukan.

Jangan terburu-buru untuk menentang keinginan orang tua. Sikap terburu-buru hanya akan menghasilkan keputusan yang tidak terkendali. Untuk itu Anda bisa dengan diam-diam terlebih dahulu tetap menjalankan passion Anda smpai benar-benar membarikan dampak positif.

Berikan orang tua hasil yang positif, baik itu berupa penghasilan dan prestasi. Dengan begitu akan memberikan peningkatan kepercayaan orang tua terhadap kita. Bahwa apa yang kita lakukan ini memiliki dampak positif dan bisa memberikan dampak yang baik bagi kehidupan.

Pertanyaan selanjutnya adalah, selama ini Anda sudah melakukan sampai sejauh mana? Karena jalur yang saya sarankan ini adalah yang bisa dibilang lebih baik dari pada sekedar berdebat. Selain itu untuk mendapatkan prestasi dan hasil positif tentu dibutuhkan usaha dan kerja keras, serta pengorbanan. Baik itu mengorbankan kesenangan kita atau waktu istirahat kita. Tujuannya adalah demi mendapatkan kepercayaan orang tua.

Kesimpulan

Jadi, hindari berdebat tanpa membawa bukti apapun dari passion yang ingin Anda perjuangkan. Karena tanpa adanya bukti omongan Anda hanyalah bualan dan angan-angan kosong. Jangan pula membawa bukti yang bukan hasil dari Anda sendiri. Karena itu merupakan praktek penipuan.

Berusaha lah dengan baik, dan hasilkan yang terbaik. Lalu berikan kepada orang tua, bahwa jalan yang Anda tekuni dan perjuangan ini juga baik. Komunikasikan dalam suasana yang mendukung kemungkinan negosiasi Anda berhasil. Dan terakhir jujur dan jelaskan keinginan Anda tersebut, dan bagaimana tujuan Anda bisa tercapai dengan passion Anda ini. Dengan begitu kemungkinan orang tua akan merestui, dan bahkan akan mendoakan serta memberi dukungan kepada Anda.

Semoga bermanfaat.

Check Also

Jangan pakai jasa desainer grafis sebelum punya ini

Dalam berbisnis atau melakukan aktivitas yang berhubungan dengan desain, perlu Anda pahami beberapa hal, terlebih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *