Freelance atau kerja formal

Cung dulu ah, siapa yang punya keinginan di atas?

Saya yakin di antara dua pilihan di atas, pasti salah satunya Anda alami, dan satu lainnya Anda idam-idamkan. Betul apa benar, heheheā€¦

Namun sebelum Anda baca artikel ini sampai habis, saya akan biarkan Anda sejenak untuk mengkhayal lebih jauh tentang mimpi Anda tersebut.

Baik sudah ya, sekarang masuk ke inti. Menurut buku bisnis desain karya Surianto Ruslan, setidaknya ada 4 klasifikasi turunan dari freelance serta kerja formal (permanent). Diantaranya adalah full time permanent, part time permanent, part time freelance, dan part time freelance.

Namun saya tidak akan jelaskan semua karena Anda bisa beli bukunya langsung ke beliau. Oke lanjut.

Saya akan jelaskan sedikit pemahaman saya tentang kedua hal ini.

Apa itu freelance

Kalau jawaban Anda adalah kerja koloran dan dapat penghasilan, saya akan jawab Anda benar. Secara bahasa freelance berarti bekerja tanpa terikat dengan lokasi, alias bisa dilaksanakan dimana saja. Contohnya di rumah.

Lebih dalam tentang freelance desainer

Saya harus jelaskan sesingkat mungkin dengan rumusan yang jelas untuk bagian ini. Agar Anda tidak terlalu mengkhayal tanpa diimbangi dengan realita. Saya akan mulai dengan bagian tidak enaknya terlebih dahulu.

Yang tidak enak dari freelance adalah kondisi yang tidak pasti. Pasti dapat uang besok atau tidak sama sekali. Harus siap mental karena Anda akan deg-degan, kebingungan putus asa dan bangkit sendiri. Harus bisa menangani pemesanan desain dengan sebaik mungkin meskipun tanpa pembimbing. Memiliki modal untuk upgrade skill, software dan hardware. Dan lapang dada karena pekerjaan freelance masih belum bisa diterima begitu saja oleh publik. Jadi jangan baper, apa lagi cengeng.

Yang enaknya, seiring dengan berbagai macam tempaan berupa kegagalan, cacian, hinaan dan banyak rasa sakit lainnya. Anda akan terasah dan menjadi lirikan orang-orang yang butuh jasa Anda. Dan ketika Anda sudah diakui oleh banyak orang maka Anda bisa menentukan sendiri nantinya berapa tarif jasa yang akan Anda berikan. Kerja ringan, hasil maksimal.

Apa itu permanent

Adalah aktivitas bekerja pada umumnya, dimana Anda dijamin upahnya setiap bulan dengan menukarkan skill dan waktu yang Anda miliki kepada tempat Anda bekerja. Atau sederhananya bekerja pada umumnya.

Lebih dalam tentang kerja formal desainer

Yang akan saya jelaskan adalah pengalaman saya sendiri. Jadi apabila penjelasan saya bersinggungan dengan keyakinan Anda mohon dimaafkan. Oke lanjut.

Apa sih yang gak enak dari kerja permanent. Tentu adalah lokasi, dimana Anda harus siap ditempatkan dimana saja lowongan itu dibutuhkan. Waktu menjadi tolak ukur, bisa menyelesaikan banyak desain dengan cepat akan lebih diperhatikan. Harus siap dengan permintaan yang mungkin saja berbeda-beda. Harus bisa menerima kondisi bekerja dengan tim dan berada dibawah tekanan atasan. Banyak sedikitnya pekerjaan, gaji akan tetap sesuai kesepakatan di awal.

Bagian yang enak, Anda kemungkinan akan memiliki teman senasib sesama desainer. Punya skill berkoordinasi dengan tim, memahami alur suatu proses pekerjaan. Memiliki pengalaman yang kredibel untuk diletakkan dalam cv. Memiliki jaminan gaji tiap bulan. Bekerja dengan banyak fasilitas yang disediakan. Terlatih bekerja dalam tekanan atasan dan waktu singkat. Dan lebih terasah kemampuan mental dan teknisnya.

Saya tidak akan mendewakan atau memberatkan salah satunya, karena Anda tidak akan bisa memberikan tanggapan positif jika keduanya tidak pernah Anda rasakan. Hidup ini berat, apa lagi memilih hidup sebagai desainer grafis. Namun semua akan indah pada waktunya, selama Anda tekun, mau belajar dan semakin mendewasakan mental.

Sekian dan semoga bermanfaat.

Reza Pahlevi

Check Also

Jangan pakai jasa desainer grafis sebelum punya ini

Dalam berbisnis atau melakukan aktivitas yang berhubungan dengan desain, perlu Anda pahami beberapa hal, terlebih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *