Hak cipta logo milik siapa

hak cipta logo milik siapa

Artikel ini khusus saya buat untuk Anda desainer dan Anda entrepreneur. Dengan harapan agar tidak terjadi perselisihan diantara keduanya di masa yang akan datang.

Saya merasa menulis artikel ini begitu penting, karena seringnya kedua belah pihak saling bertemu dalam banyak kesempatan namun malah tidak mendapatkan titik temu. Klaim mengenai hak cipta logo bisa menjadi milik desainer namun bisa juga milik klien. Yang perlu kita pahami adalah kesepakatan di awal seperti apa. Karena Anda tidak mau kan berurusan dengan hukum hanya gara-gara tidak jeli.

Dalam pembahasan kali ini, perjanjian pada awal pekerjaan menjadi sebuah pegangan kuat. Artinya jika Anda melakukan sebuah pekerjaan tanpa didasari sebuah ikatan perjanjian yang kuat, siapa pun itu memiliki argument yang lemah. Dan bisa dibatalkan melalui jalur hukum.

Macam-macam surat perjanjian

Saya ajan jelaskan secara singkat mengenai 2 macam surat perjanjian yang menjadi pegangan mengenai siapa pemilik sah hak cipta sebuah logo.

Surat Kontrak kerja

Jika Anda adalah seorang desainer yang bekerja pada sebuah biro atau agensi desain, maka Anda wajib mengetahui isi dari surat kontrak kerja Anda.

Apabila dalam surat kontrak kerja menyatakan Anda dan karya yang Anda buat adalah milik biro atau agensi tempat Anda bekerja. Maka segala bentuk hasil kerja Anda untuk klien adalah milik biro atau agensi tempat Anda bekerja.namun, jika tidak maka hak cipta karya Anda menjadi milik Anda.

Apabila dalam surat kontrak kerja menerangkan setiap pekerjaan desain yang Anda lakukan dengan klien menjadi hak cipta milikklien yang bersangkutan. Maka semua karya yang Anda buat untuk klien adalah milik klien. Jika tidak maka hak cipta karya Anda menjadi milik Anda.

Surat perjanjian kerja

Dalam surat perjanjian kerja, pada dasarnya memiliki makna yang serupa dengan surat kontrak kerja.

Apabila dalam setiap surat perjanjian kerja, setiap desain yang Anda buat. Ketika proses kerja selesai, hak cipta menjadi milik klien Anda. Jika dalam surat perjanjian kerja tidak tercantum maka hak cipta menjadi milik biro atau agensi. Dan bisa menjadi milik Anda jika tidak tercantum pada isi kedua surat perjanjian tersebut.

Maka,

Jika Anda adalah seorang desainer grafis, Anda wajib membaca isi kedua surat tersebut, surat kontrak kerja dan surat perjanjian kerja.

Jika Anda adalah seorang entrepreneur maka Anda cukup mengetahui isi dari salah satu surat saja, yaitu surat perjanjian kerja.

UU yang terkait tentang logo

Logo yang merupakan karya visual, termasuk ke dalam karya berupa gambar. Maka logo yang Anda buat dilindungi dengan hak cipta, sebagaimana diatur dalam Pasal 40 ayat (1) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (“UU Hak Cipta”), yang berbunyi sebagai berikut:

Ciptaan yang dilindungi meliputi Ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra, terdiri atas:

  1. buku, pamflet, perwajahan karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lainnya;
  2. ceramah, kuliah, pidato, dan Ciptaan sejenis lainnya;
  3. alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan;
  4. lagu dan/atau musik dengan atau tanpa teks;
  5. drama, drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim;
  6. karya seni rupa dalam segala bentuk seperti lukisan, gambar, ukiran, kaligrafi, seni pahat, patung, atau kolase;
  7. karya seni terapan;
  8. karya arsitektur;
  9. peta;
  10. karya seni batik atau seni motif lain;
  11. karya fotografi;
  12. Potret;
  13. karya sinematografi;
  14. terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, basis data, adaptasi, aransemen, modifikasi dan karya lain dari hasil transformasi;
  15. terjemahan, adaptasi, aransemen, transformasi, atau modifikasi ekspresi budaya tradisional;
  16. kompilasi Ciptaan atau data, baik dalam format yang dapat dibaca dengan Program Komputer maupun media lainnya;
  17. kompilasi ekspresi budaya tradisional selama kompilasi tersebut merupakan karya yang asli;
  18. permainan video; dan
  19. Program Komputer.

Dan dasar hukum pertama yang wajib Anda lihat adalah kedua macam surat perjanjian tersebut. Sebagaimana diatur dalam Pasal 36 UU Hak Cipta, kecuali diperjanjikan lain, antara Pencipta dan Pemegang Hak Cipta atas Ciptaan yang dibuat dalam hubungan kerja atau berdasarkan pesanan yaitu pihak yang membuat Ciptaan.

Pengajuan pembatalan pendaftaran logo

Apabila terjadi sengketa mengenai kepemilikan hak cipta logo, dimana salah satu pihak dengan sengaja melanggar perjanjian yang telah disepakati. Maka pihak lain boleh mengajukan pembatalan pendaftaran logo. Sebagaimana diatur dalam Pasal 97 jo. Pasal 69 ayat (1) UU Hak Cipta sebagai berikut:

Pasal 97 UU Hak Cipta:

Dalam hal Ciptaan telah dicatat menurut ketentuan Pasal 69 ayat (1), pihak lain yang berkepentingan dapat mengajukan gugatan pembatalan pencatatan Ciptaan dalam daftar umum Ciptaan melalui Pengadilan Niaga.

Gugatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditujukan kepada Pencipta dan/atau Pemegang Hak Cipta terdaftar.

Pasal 69 ayat (1) UU Hak Cipta:

Dalam hal Menteri menerima Permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (4), Menteri menerbitkan surat pencatatan Ciptaan dan mencatat dalam daftar umum Ciptaan.

***

Semoga artikel ini menambah wawasan Anda mengenai hak cipta.

Reza Pahlevi

Check Also

Cara meningkatkan penjualan di Instagram

Anda bingung bagaimana cara meningkatkan penjualan di instagram? Simak penjelasan saya di bawah ini. Zaman …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *