Kenapa menjadi desainer grafis

kenapa menjadi desainer grafis

Apa yang saya sampaikan ini bukanlah sebuah materi eksak yang wajib Anda patuhi. Namun layak untuk Anda pertimbangkan sebelum Anda mulai benar-benar menyeriusi dunia desain grafis. Sehingga Anda bisa memahami kenapa menjadi desainer grafis bagi Anda layak untuk diperjuangkan.

Mungkin Anda sudah pernah membaca tulisan sejenis ini, namun saya ingin menyampaikan apa yang saya rasakan sebagai desainer dari sudut pandang saya. Apa yang akan Anda baca akan sangat subjektif dan Anda mungkin memiliki pengalaman yang berbeda. Jadi, bisa melihat pengalaman Anda tertulis dalam komentar tentu akan menjadi masukkan yang baik bagi perkembangan desain di masa depan.

Saya akan sampaikan beberapa poin di bawah ini.

Suka

Siapa yang tidak suka melihat desain grafis? Menurut saya kemungkinan adalah mereka yang tidak paham, tidak suka atau bakan tidak bisa melihat desain. Desain grafis di jaman ini sangat didukung dengan perangkat yang mumpuni sehingga hasil karya desain yang tercipta pun begitu variatif.

Dari sana muncul lah banyak penikmat-penikmat seni yang terpesona dengan keindahan desain grafis. Tak jarang, berangkat dari rasa suka itulah, penikmat seni ini mulai mencoba untuk mendalami dunia desain grafis. Mulai dari usia muda sampai dewasa.

Rasa suka ini lah yang di suatu kesempatan mampu mendorong seseorang untuk mendalami apa yang disukainya. Inget kan istilah ‘dari mata turun ke hati’. Hal tersebut juga berlaku untuk desain grafis.

Namun, ada sedikit kelemahan apabila rasa suka yang dimiliki tidak begitu dalam atau tidak totalitas. Alias hanya sekedar suka. Akibatnya mudah pula untuk berputus asa ketika menemui kendala yang tidak bisa dilewati seorang diri.

Hobi/aktivitas yang berkaitan

Kondisi ini sering pula dialami oleh kebanyakan orang. Latar belakang saya yang lulusan teknik komputer mengharuskan saya mempelajari desain grafis untuk menunjang tugas perkuliahan, meskipun tidak dalam. Dan dari sana pula mulai tertarik untuk mendalami apa sebenarnya desain grafis, walau hanya secara otodidak.

Tak jarang profesi ataupun aktifitas yang cukup berdekatan atau berhubungan dengan desain grafis, kerap membuat sebagian orang akhirnya menyukai dan akhirnya terjun ke dunia desain grafis. Yang membuat seseorang bisa menjadi multitalent, bisa menguasai beberapa kemampuan sekaligus.

Kelemahan poin ini adalah kerap kali membuat seseorang bentrok dengan aktifitas lamanya. Yang mengharuskannya untuk meninggalkan terlebih dahulu aktifitasnya, jika benar-benar ingin menyeriusi desain grafis.

Tidak punya pilihan

Bekerja pada sebuah startup terkadang menuntut karyawannya untuk terus dan terus beradaptasi dengan perkembangan perusahaan startup itu sendiri. Berbekal ijasah teknik komputer, mengantarkan saya pada profesi cutomer service dan desainer grafis. Terdengar tidak nyambung, namun kondisi startup yang lapar SDM akan menjadi peluang bagi Anda untuk mencoba lapangan pekerjaan sebagai desainer grafis.

Tuntutan startup yang ingin segera mengakuisisi bisnis skala besar terkadang memaksa karyawannya untuk serba bisa, walaupun tidak ada latarbelakang yang kompeten di bidang yang dituntutkan. Meski begitu Anda bisa menjadikan kondisi ini sebagai proses belajar/akuisisi ilmu baru bagi diri Anda.

Sediakan tenaga ekstra dan kesiapan diri Anda untuk perubahan cepat. Karena tekanan akan begitu besar ketika Anda mulai mendalami ilmu baru. Dan pandai-pandai mengatur waktu karena mungkin saja terjadi benturan saat mendalami ilmu yang berbeda.

Ikut-ikutan

Siapapun pasti pernah ikut-ikutan. Karena dengan mengikutilah seseorang mulai belajar untuk mendalami suatu disiplin ilmu. Dalam desain grafis, tak jarang teman yang sudah duluan menjadi desainer grafis, menjadi sumber ikut-ikutan kita untuk juga menjadi desainer grafis.

Banyak pula orang yang berawal dari ikut-ikutan dan berakhir dengan kesuksesan. Hal itu jelas tidak akan terjadi tanpa adanya konsistensi dan latihan. Dan Anda pun juga bisa.

Efek samping dari ikut-ikutan adalah semangat dan kondisi waktu yang berbeda dari model yang Anda ikuti. Terkadang kondisi dari orang yang kita ikuti berada pada level yang sudah sangat berbeda, kondisi dan mental yang jauh lebih terlatih dalam menghadapi berbagai macam rintangan. Ibarat mendaki gunung, jelas orang yang kita ikuti bisa saja sangat mudah mendaki gunung Everest, dan kita tidak akan sanggup mendakinya tanpa merasakan rintangan yang sama besarnya yang dulu dihadapinya. Jangan mudah mengeluh.

Mimpi besar

Ketika seseorang mendapatkan sebuah keberhasilan, biasanya akan diikuti dengan rasa untuk membagikan rasa bahagianya kepada orang lain. Dalam dunia desain grafis, biasanya mereka akan cenderung membagikan rasa bahagianya dalam bentuk screenshot orderan, chatting closing, bukti transfer/pencairan dana atau bahkan uang cash. (jangan ditiru ya teman-teman, ga baik)

Berangkat dari foto-foto dan kisah-kisah sukses sebagai desainer grafis, tak jarang membuat orang-orang tertarik dan ingin segera menikmati hasil yang sama. Walaupun masih dalam angan-angan/mimpi.

Meski begitu, bukan tidak mungkin. Lagi-lagi usaha lah yang akan membuktikan bahwa mimpi itu layak Anda dapatkan, atau hanya sekedar angan-angan kosong semata. Karena banyak pula orang yang tertarik, namun usahanya masih belum maksimal untuk meraih mimpi yang diangan-angankan tersebut.

Tidak ada hal yang mudah bahkan dalam desain grafis sekalipun, bahkan meskipun dibantu dengan software paling canggih sekalipun. Tetap aka nada kesulitan yang muncul, entah itu dari hardware yang juga harus mumpuni, keterbatasan budget, keterbatasan ilmu dan masih banyak yang lainnya.

Walaupun semua hambatan di atas sudah Anda taklukkan tetap akan muncul hambatan selanjutnya, hanya keyakinan dan mental Anda lah yang mampu menaklukannya. Semoga apa yang saya sampaikan bisa bermanfaat untuk Anda.

Semoga bermanfaat

Check Also

Jangan pakai jasa desainer grafis sebelum punya ini

Dalam berbisnis atau melakukan aktivitas yang berhubungan dengan desain, perlu Anda pahami beberapa hal, terlebih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *