Mengenal niche desain

mengenal niche desain

Secara harfiah niche mungkin bagi sebagian besar desainer akan menganggapnya adalah konten, namun jika kita lihat melaui sudut pandang yang berbeda akan terlihat jelas perbedaannya. Dari data yang saya kumpulkan, tidak hanya seputar desain namun juga topik lainnya, saya mendapatkan kesimpulan. Niche bisa diartikan sebagai topik atau kategori yang ingin Anda tonjolkan, sedangkan konten adalah sub topik atau sub kategorinya.

Setiap niche ini yang nanti akan Anda ambil memiliki konten yang berbeda-beda. Namun, karena konten desain berbeda dengan konten tulisan, lingkupnya akan sedikit lebih sempit. Maka variasi kontennya terletak pada bagaimana Anda menampulkan karya desain yang bermacam-macam.

Contoh

Misalnya jika Anda seorang desainer grafis pemula akan memilih niche logo, maka konten yang bisa Anda tonjolkan adalah melalui variasi logo yang ingin Anda perlihatkan. Bisa dalam tampilannya, bentuknya, penyajiannya, atau bahkan pemakainnya. Dan Anda harus terus bereksplorasi agar karya yang Anda buat tidak terkesan itu-itu saja. Itulah mengapa perlunya membaca, karena melihat desain saja tidak lah cukup.

Bagaimana memulainya

Seperti yang sudah pernah saya sampaikan dalam setiap kesempatan entah itu dalam chatting, komentar, postingan, atau media lainnya. Bahwa sering-sering lah mempelajari portofolio desainer lain yang memiliki niche desain yang sama dengan Anda. Namun, perlu dan harus diingat jangan pernah mereferensikan hanya dari 1 portofolio, minimal adalah 5 portofolio. Karena sadar tidak sadar, Anda akan menjiplak jika hanya dari 1 portofolio, meskipin Anda menolak dibilang menjiplak. Dan, karena mata Anda hanya melihat dari 1 portofolio, tentu secara naluriah desain Anda akan sedikit mirip.

Sering-sering lah melakukan latihan, sebagai desainer khususnya Anda yang masih pemula mempelajari portofolio desainer lain sangat dianjurkan. Tidak perlu sempurna diawal, karena proses itu ada jadi tenang saja.

Memang akan selalu ada desainer lain yang cukup senior mencibir atau berkomentar terhadap desain Anda. Jangan terlalu dihiraukan, karena Anda masih latihan dan kesalahan saat berproses itu sebuah hal yang biasa dan wajar. So, sampaikan aja kepada siapapun yang memberikan komentar negatif bahwa Anda masih latihan. Atau sebaiknya diamkan saja. Desainer hebat tidak perlu memperdulikan omong kosong orang lain, fokus saja pada karya Anda.

Yang harus Anda perhatikan

Sebagai pemula melawan rasa malas adalah fokus utama Anda. Jika Anda akan mengmbil niche logo, saya memiliki sebuah program yang mungkin akan membantu Anda melatih konsistensi dan melawan kemalasan. Yaitu, sebuah program membuat desain selama 30 hari. Program ini saya buat untuk membantu teman-teman desainer pemula mempelajari desain khususnya niche logo, bisa dilihat di sini bit.ly/30haridesainlogo. Gratis dan tidak dipungut biaya sepeser pun.

Selain konsistensi, perlu Anda ingat lainnya yaitu interaksi dengan orang lain, entah itu sesama desainer atau non desainer. Tujuannya adalam untuk memperoleh masukan dan saran yang mungkin Anda sebagai desainer tidak melihatnya secara langsung, orang lain akan jauh lebih objektif memberikan input pada karya Anda. Maka publikasikan karya Anda, sertakan pula tanda bahwa Anda sedang latihan, untuk meminimalisir komentar negatif.

Kesimpulan

Niche desain sangat lah luas, dan kontennya meskipun tidak terlalu banyak (2d dan 3d) akan menjadi ajang melatih daya eksplorasi Anda. Kreatifitas Anda akan diuji disini. Pelajari bagaimana desainer lain membentuk portofolionya, latih lah agar Anda bisa konsisten dalam berkarya dan sering-sering lah membaca. Karena otak Anda juga butuh input lain tidak hanya melulu soal visual, namun juga teks dan suara.

Semoga bermanfaat.

Reza Pahlevi

Check Also

Jangan pakai jasa desainer grafis sebelum punya ini

Dalam berbisnis atau melakukan aktivitas yang berhubungan dengan desain, perlu Anda pahami beberapa hal, terlebih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *