Pengalaman bekerja sebagai seorang desainer grafis

pengalaman bekerja sebagai seorang desainer grafis

Terkhusus Anda yang memiliki ekspektasi mengenai setelah menjadi seorang desainer grafis maka kehidupan Anda akan berubah serta bergelimang pundi-pundi uang yang banyak. Sayangnya saya harus mengatakan kenyataan yang pahit ini bahwa Anda akan jauh lebih sering menemui kegagalan nantinya. Ya saya tidak ingin membuai Anda dalam kepalsuan, maka dari itu saya katakan kebenarannya meskipun agak sarkas.

Bukan tidak bisa namun, mendapatkan pekerjaan sebagai seorang desainer itu tidak lah mudah. Bukan karena pekerjaan desainer grafis itu suatu profesi yang baru, namun lebih ke terapannya. Dalam mencari pekerjaan sebagai seorang desainer pada suatu perusahaan atau organisasi tertentu. Perlu Anda kuasai beberapa tips dari saya berikut ini. Saya jamin tokcer, karena saya mengalaminya sendiri.

Tips mendapatkan pekerjaan desainer grafis

Pasti banyak dari Anda yang membaca artikel ini memiliki harapan untuk bekerja sebagai seorang desainer grafis. Namun, masih belum tahu bagaimana caranya. Baik sangat mudah, cukup baca beberapa tips sederhana berikut ini. Dan nikmati manfaatnya nanti.

Bekal

Ada 2 macam bekal yang Anda butuhkan untuk memuluskan jalan Anda dalam mencari pekerjaan. Bekal pertama adalah pengalaman. Kok pengalaman, bekerja aja belum? Tahan, biar saya luruskan. Bekal pengalaman yang saya maksud ini adalah pengalaman Anda dalam mendesain. Tidak harus dalam pekerjaan, jika Anda masih mendesain karena hobi. Baiknya cobalah banyak style, dan cobalah untuk membuat desain cetak. Tidak harus bagus, yang terpenting Anda mampu membuatnya terlebih dahulu.

Bekal kedua adalah portofolio, jangan mengaku desainer kalo portofolio saja tidak punya. Mulailah rangkai desain-desain yang sudah pernah Anda buat. Simpan menjadi sebuah dokumen, boleh juga dicetak. Kelompokkan desain-desain tersebut.

Asal lowongan

Nah ini penting. Lowongan apa yang kita terima dan asalnya dari mana. Sering kali banyak desainer yang lupa, dan sekedar coba-coba lempar cv kemana-mana. Namun lupa bahwa levelnya tidak sesuai dengan lowongan yang dibutuhkan. Misalnya dibutuhkan minimal pengalaman 2 tahun, tapi kita baru belajar desain 6 bulan dan lempar CV, hasilnya tidak diterima.

Juga perlu kita perhatikan, darimana sih lowongan tersebut. Apakah sebuah perusahaan yang bekerja pada bidang desain ataukah desain hanya menjadi pelengkapnya. Hal ini penting, karena akan menjadi penentu Anda diterima atau tidak.

Perusahaan yang khusus menjadikan desainer bagian yang penting di perusahaan, biasanya memiliki kriteria desainer yang cukup kompleks, karena posisinya strategis dan penting. Sehingga biasanya lowongan yang disebar memiliki banyak kriteria yang cukup detil.

Berbeda jika kita melamar pada perusahaan yang menjadikan desain sebagai pelengkap di perusahaannya, Anda mungkin akan lebih mudah diterima, karena posisinya yang hanya sebagai support. Jika Anda jeli dan mampu bernegosiasi, Anda mungkin bisa mengerjakanpekerjaan lewat rumah. Meskipun kemungkinannya cukup kecil.

Estimasi waktu

Tentu Anda harus mencicil semuanya sejak awal. Waktu selama 1 bulan, menurut saya sudah cukup buat Anda mempersiapkan bekal yang matang. Memang untuk bekal pengalaman akan sedikit sulit. Namun masih bisa ditutupi dengan bekal kemampuan yang Anda miliki melalui bukti sebuah portofolio. Jika Anda tidak sanggup membuat portofolio dalam waktu 1 bulan, maka Anda bisa seuaikan kembali waktunya, yg terpenting adalah bekalnya harus Anda siapkan sejak lama.

***

Yang saya sampaikan di atas, adalah yang saya lakukan. Saat itu memang agak mepet juga. Sejak saya menerima pengumuman dan lamanya waktu membuat portofolio. Saya sadar kebanyakan desain yang saya buat tidak terlalui memiliki nilai jual. Lebih banyak kepada estetika pribadi semata. Dan itu membuat saya berfikir keras bagaimana membuat portofolio secepat dan seefektif mungkin.

Saat ini saya jadi memahami alur bagaimana sebuah perusahaan menerima pegawai barunya, terutama untuk bagian desainer grafis. Karena beberapa waktu saya sempat melihat beberapa orang yang cukup kompeten namun komunikasinya kurang baik, lebih sering saya lewatkan. Karena desain bagus saja tidak lah cukup. Ada kemampuan nondesain lain, seperti kemampuan komunikasi yang juga perusahaan butuhkan.

Semoga tulisan saya bermanfaat untuk Anda.

Reza Pahlevi

Check Also

Jangan pakai jasa desainer grafis sebelum punya ini

Dalam berbisnis atau melakukan aktivitas yang berhubungan dengan desain, perlu Anda pahami beberapa hal, terlebih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *