Pilih passion atau pasar

Saya teringat akan perkataan salah seorang youtuber Indonesia yang mungkin kalian tidak akan asing dengan konten dan nama beliau. Dalam konten video yang saya tonton itu bertemakan tanya-jawab. Dan ada suatu pertanyaan yang saya sangat ingat karena benar dan realistis bagi siapa pun dan dalam profesi apa pun.

Kurang lebih pertanyaannya adalah seperti ini, “mana yang harus dipilih passion atau pasar?”

Sebelum saya berikan jawaban beliau ada baiknya Anda mengetahui apa maksud dari pertanyaan di atas. Apa sih yang dimaksud dengan passion, dan apakah yang dimaksud dengan pasar?

Passion

Yang wajib kita pahami soal passion. Apa sih passion itu, saya akan jelaskan sedikit ya. Passion adalah suatu hal yang membuat kita mengerjakannya tidak pernah bosan. Apakah itu hobi, kegemaran atau aktivitas apapun yang menyenangkan bagi Anda. Dan dimana mengerjakannya membuat Anda rela menghabiskan banyak waktu.

Nah, dari penjelasan singkat di atas, jika kita kaitkan dengan desain grafis, maka mendesain akan menjadi aktivitas Anda yang tidak membosankan. Karena kita melakukannya dengan senang hati dan tanpa paksaan.

Pasar

Bahasan mengenai pasar akan sangat panjang, namun saya akan persingkat agar lebih mudah dipahami. Data yang membahas secara detail tentang pasar bahkan sangat jauh dari ilmu desain. Tidak lain adalah ilmu ekonomi, dan lebih mengkrucut kepada marketing atau pemasaran. Bahasan mengenai pasar pun cukup banyak, pasar bisa diartikan dalam sudut pandang sebuah tempat, suatu kelompok, atau bahkan kegemaran. Terlalu luas dan terlalu berat untuk didalami secara buta bagi orang yang tidak terlalu mengenal perekonomian.

Pasar pada sudut pandang desainer

Sebagai desainer kita tentu mengenal yang namanya konten atau niche. Jika belum tahu apa itu niche, Anda bisa baca disini. Niche ini lah yang akan menentukan jalan dari desainer itu sendiri. Apa kaitannya niche dengan market, yaitu suatu lingkup bagian yang paling spesifik, dengan sebuah keunikan yang tidak sama dengan bagian diluarnya.

Lebih mudah dengan ilustrasi berikut. X adalah seorang pelajar, dan Z adalah seorang pekerja atau karyawan. X memiliki mata pelajaran desain grafis. Dan Z bekerja pada bagian periklanan yang menuntutnya menguasai ilmu desain. Mereka berdua sama-sama wajib mempelajari desain. Maka segmen pasar mereka adalah desain grafis.

Jadi segala hal yang menunjang aktifitas mereka sebagai desainer grafis akan mereka datangi. Dasar inilah yang membuat perusahaan-perusahaan besar tidak menyianyiakan pasar desain grafis.

Sebut saja Apple yang meluncurkan Mac-nya, Adobe dengan softwarenya, munculnya agensi penjualan desain kreatif seperti microstock atau macrostock, situs penyedia jasa freelance (sribu, fiverr, freelancer), perusahaan print on demand (tees, blazbluz, teespring), situs penyedia ilmu desain (udemy, tuts) dll.

Dari ilustrasi di atas jelas bahwa niche dan market saling berkaitan, muncul dikarenakan ada sebuah kebutuhan.

Jawaban sang youtuber

Youtuber ini adalah Ewing HD, menanggapi pertanyaan di atas beliau menjawab seperti ini. Antara passion dan pasar harus memiliki keseimbangan, karena andaikata Anda memiliki passion menjadi seorang ahli kuliner, namun pasar tidak membutuhkan passion Anda maka Anda tidak akan dipakai dimana pun. Atau bisa dibilang passion kita tidak memiliki pasar.

Pasar yang tiap jenis bagiannya begitu luas tentu harus disikapi dengan bijak, karena mencoba segala hal hanya akan membuat kita kehilangan banyak hal.

So sebagai desainer grafis kita harus bisa memilih pasar apa yang memang membutuhkan jasa desain grafis kita, untuk itu mengkerucutkan skill desain sesuai dengan lingkup pasarnya menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.

Semoga penjelasan saya mudah dipahami.

Salam kreatif.

Check Also

Jangan pakai jasa desainer grafis sebelum punya ini

Dalam berbisnis atau melakukan aktivitas yang berhubungan dengan desain, perlu Anda pahami beberapa hal, terlebih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *