Tips mengetahui desainer yang baik untuk bisnis Anda

tips mengetahui desainer yang baik untuk bisnis Anda

Adalah sebuah keputusan tidak bisa sembarangan diambil bagi Anda ketika akan meng-hire seorang freelance desainer grafis. Selain karena tidak bertatap muka langsung, juga ada sebuah kekhawatiran akan hasil jangka panjang yang akan ditimbulkan. Pada artikel ini saya akan bahas poin-poin apa saja yang layak Anda pertimbangkan untuk terhindar dari namanya penipuan, apa lagi mendapatkan hasil yang tidak memuaskan.

Mungkin ada anggapan bahwa ketika menyewa jasa tanpa bertatap muka langsung membuat kita harus menerima apapun yang kita dapatkan nantinya. Bagi saya tidak. Karena transaksi ini adalah legal, maka harus memenuhi kriteria untung sama untung. Tidak boleh hanya satu pihak yang diuntungkan. Anda dapat desain yang Anda butuhkan untuk mengembangkan bisnis, desainer dapat bayaran untuk meningkatkan kemampuan. Dan sejauh ini, hal tersebutlah yang paling fair.

Maka tulisan ini saya dedikasikan untuk kedua belah pihak. Agar terjadi titik temu yang sama-sama menguntungkan. Adapun Anda tidak setuju dengan pendapat saya di atas, silahkan skip dan cari artikel lain yang Anda sukai dari blog ini. Itu hak Anda, dan Anda lah yang memutuskan. Lanjut.

6 Tips sederhana

Dibawah ini adalah 7 tips sederhana yang saya akan ulas dengan singkat dan mudah dipahami, agar Anda bisa praktekkan segera.

1. Hasil karya

Ibarat tanaman, hasil karya adalah buah yang bisa segera dinikmati. Baik oleh desainer itu sendiri selaku pemilik maupun Anda selaku klien. Baik desainer maupun klien mendapatkan keuntungan, desainer untung dengan menjual karyanya, klien untung karena pekerjaan jadi lebih mudah dengan karya tersebut.

Pada poin ini yang bisa Anda jadikan pertimbangan bukan terletak pada bagus atau tidaknya karya desain. Namun lebih kepada apakah karya tersebut asli atau tidak. Karena nama baik Anda dipertaruhkan jika desain yang Anda terima adalah hasil dari menjiplak, atau oplosan dari desain orang lain.

2. Software yang digunakan

Poin ini tidak membahas mengenai software canggih apa yang dimiliki oleh seorang desainer. Namun lebih kepada bagaimana dia memperlakukan software tersebut. Sebagaimana petani yang bermodalkan cangkul dalam mencari rezeki, desainer dan software pun memiliki hubungan yang sangat erat.

Kenapa hal ini menjadi penting untuk Anda ketahui? Karena ini sangat mendasar, bagaimana mungkin hubungan kerja sama Anda bisa baik, jika desainernya saja tidak menghargai software yang dimilikinya. Semakin banyaknya cara membajak sebuah software, tanpa ada niat membeli lisensi resmi suatu hari nanti, membuat loyalitas dan caranya menghargai profesi patut dipertanyakan.

3. Proses kerja

Gerakan anti desain gratisan, harusnya tidak membuat Anda merasa tersingnggung. Dengan catatan Anda adalah seorang entrepreneur yang kredibel dan menghargai makna sebuah proses. Namun jika kita lihat lebih teliti, mereka (desainer) yang sudah memiliki nama tidak akan terlalu perduli dengan gerakan tersebut. Karena desainer kelas ini sudah memahami betul sebuah proses, dan siapa yang benar-benar membutuhkan jasanya.

Nah, proses inilah yang menjadikan sebuah karya sangat bernilai tinggi. Bayangkan Anda memesan segelas air putih panas dan segelas iced coffee di kedai kopi St*rbucks. Mana yang paling murah harganya? Tentu air putih, karena bahannya mudah didapat dan prosesnya tidak sulit. Tapi iced coffee ini, tentu Anda sudah tahu jawabannya bukan. Bermerek, tidak dijual sembarangan, dan proses perjalanan sebuah biji kopi sampai ke gelas yang saat ini Anda pegang tidak lah mudah.

4. Cara memandang pekerjaan

Seperti halnya Anda yang serius dalam mengurus bisnis Anda, desainer yang baik akan benar-benar menjaga kelangsungan profesinya. Karena dia hidup dan bergantung dari profesi ini. Dan ciri-cirinya terlihat dari bagaimana dia menggunakan software (bajakan atau original), proses kerja yang dijalani, caranya menjaga hubungan dengan klien (Anda), dan menjauhkan diri dari segala hal yang memperburuk citra dirinya serta pekerjaannya.

5. Hubungannya dengan klien

Anda selaku klien adalah partner. Bukan sekedar kantung uang berjalan. Sebagaimana partner maka kerja sama yang berlangsung diantara Anda haruslah sama-sama menguntungkan. Jika Anda ingin mengetahui poin ini, Anda bisa mulai mengamati dari bagaimana caranya berkomunikasi dengan Anda. Apakah bersahabat, menyenangkan atau malah dingin, judes dan mudah marah. Anda bisa ketahui saat mulai mengobrol dengannya.

6. Presentasi

Presentasi yang saya maksud di sini bukan hanya soal bagaimana seorang desainer menyajikan karyanya melalui mock up yang memikat. Namun lebih ke aspek yang internal. Lagi-lagi komunikasi diperlukan. Presentasi visual tidak hanya berupa gambar namun bagaimana ang desainer mampu menjelaskan baik lisan mau pun tulisan, apa yang menjadi konsepnya kepada Anda selaku klien.

Jika Anda saja tidak mengerti konsep yang dia sampaikan, lalu bagaimana nasib produk Anda saat berhadapan dengan calon pembeli dan pesaing bisnis Anda.

***

Secuil tips dari saya di atas semoga menjadi bahan pertimbangan Anda mencari seorang desainer yang tepat bagi bisnis Anda. Karena bisnis Anda, Anda lah yang menentukan nasibnya. So jangan sampai salah melangkah.

Reza Pahlevi.

Check Also

Cara meningkatkan penjualan di Instagram

Anda bingung bagaimana cara meningkatkan penjualan di instagram? Simak penjelasan saya di bawah ini. Zaman …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *