Website sebagai media promosi bisnis

website sebagai media promosi bisnis

Jika dahulu kita hanya mengenal website sebagai media untuk curhat para blogger. Dewasa ini penggunaan website sudah bisa dijadikan sebagai toko kedua Anda di dunia internet. Jadi, seandainya Anda memiliki toko fisik dalam dunia nyata, maka toko online ini bisa menjadi toko kedua Anda untuk menjaring pelanggan-pelanggan yang biasa berseliweran di dunia online.

Contoh website yang menjadi toko online raksasa atau biasa kita sebut sebagai marketplace menjadi tren baru dalam 5 tahun kebelakang ini. Yang tentunya tengah di gandrungi oleh banyak sekali pebisnis online. (sebutan bagi pelaku bisnis yang menggunakan media promosi online)

Seperti halnya toko fisik, membangun sebuah website yang ramai dikunjungi oleh banyak orang, memiliki strateginya tersendiri. Mulai dari menggunakan SEO sebagai standar toko yang diakui oleh Google, bahkan sampai menggunakan sosial media dan iklan yang disediakan oleh beberapa sosial media besar, seperti facebook twitter dan instagram.

Sekarang saya tanya, Anda punya bisnis? Bisnis apa? Sudah bangun website belum?

Bahkan jika Anda tahu, ada pebisnis yang sama sekali tidak memiliki toko online. Murni mereka menjual menggunakan internet sebagai media promosi. Karena keunggulan website yang mampu menekan cost atau pengeluaran yang besar menjadi sangat kecil. Dengan jangkauan yang berkali-kali lipat toko fisik. Hmmm, penasaran bukan?

Saya akan berikan ilustrasi yang mungkin akan lebih bisa Anda pahami setelah membacanya.

Ilustrasi

A memiliki bisnis pisang goreng. A menyewa lapak untuk berjualan pisang goreng, dengan biaya per bulannya adalah 1.000.000 rupiah. Dengan total biaya sewa lapak per tahun mencapai 12.000.000 rupiah. A menjajakan pisang goreng kepada siapa saja yang lewat di dekat lapaknya dan mereka yang tertarik.

B juga berjualan pisang goreng. Tapi B lebih memilih untuk menggorengnya di rumah. Dan sebagai ganti sewa lapak jualan, B menjajakannya lewat sosial media dan membangun website jualan. Biaya yang harus dikeluarkan B hanya untuk beli kuota internet dan biaya sewa hosting. Dengan rincian kuota internet setiap bulannya sebesar 100.000 rupiah, dan sewa hosting pertahun sebesar 299.000 rupiah.  Sehingga total biaya lapak B adalah 1.499.000 rupiah. Dan seperti halnya A, si B juga menawarkan kepada teman-temannya yang ia kenal melalui internet.

Perbandingan Pengeluaran

A : biaya per bulan = 1.000.000, maka biaya per tahun = 12.000.000

B : biaya per bulan = 100.000, maka biaya per tahun = 1.200.000, ditambah biaya sewa hosting per tahun 299.000 = 1.499.000

Dari sini saja kita sudah bisa melihat bahwa beban biaya yang ditanggung A 12x lipat lebih besar dari pada B. Jika pengeluaran untuk memproduksi pisang goreng (seperti membeli bahan-bahan) antara A dan B, adalah sama. Maka jelas A memiliki beban pengeluaran yang jauh lebih berat dari B.

Dan terlebih lagi jika menggunakan media promosi seperti iklan. Tentu menggunakan internet akan jauh lebih menekan biaya pengeluaran. Jika dibandingkan dengan hanya menggunakan media promosi konvensional seperti brosur dan iklan di media cetak.

Maka jika A dan B mendapatkan 100 penjualan setiap bulannya dengan keuntungan tiap penjualan sebesar 5.000 rupiah. Maka A dan B akan mendapatkan keuntungan setiap bulannya sebesar 500.000 rupiah. Dari sini terlihat A memiliki beban pengeluaran yang masih harus di tutupi sebesar 500.000 rupiah setiap bulannya, maka A harus menjual 2x lebih banyak atau menaikkan harga setiap penjualan yang di dapat. Sedangkan B, dalam waktu 3 bulan sudah mampu menutupi pengeluaran internetnya.

Kesimpulan

Penggunaan internet mampu menekan hampir biaya yang harus dikeluarkan jika menggunakan toko fisik. Jika Anda adalah pemilik modal besar, itu tidak masalah. Namun jika Anda memiliki modal yang sedikit dan pas-pasan. Sebaiknya gunakan media internet sebagai toko Anda. karena dari perhitungan saja sudah terlihat berapa modal yang harus dikeluarkan. Dan hitungan di atas, belum ditambah dengan biaya tidak terduga lainnya.

Jadi mana yang Anda pilih, punya toko tapi ongkosnya mahal, atau ga punya toko tapi hemat biaya?

Reza Pahlevi

Check Also

Cara meningkatkan penjualan di Instagram

Anda bingung bagaimana cara meningkatkan penjualan di instagram? Simak penjelasan saya di bawah ini. Zaman …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *